Panduan Dasar
Catatan teknis dan panduan proyek IT sebagai referensi komunitas.
Studi Kasus
Bagaimana cara running proyek Laravel di local environment?
Panduan Kasus
1. Pastikan tools pendukung terinstall dengan benar:
- Install git dan pastikan dalam terminal Windows/macOS terdeteksi dengan jalankan perintah
git --version. - Install Laragon (Windows) atau Herd (MacOS). Folder proyek Laravel akan berada di dalam folder www (Laragon) atau Herd nantinya.
- Install Composer, arahkan path PHP sesuai dengan lokasi php.exe yang akan digunakan.
- Lalu pastikan dalam terminal Windows/macOS terdeteksi dengan jalankan perintah
composer --version. - Install nvm dan pastikan dalam terminal Windows/macOS terdeteksi dengan jalankan perintah
nvm --version. - Perintah
nvm install *versipada terminal digunakan untuk instalasi npm dan perintahnvm use *versidigunakan untuk menggunakan npm - Lalu pastikan dalam terminal Windows/macOS terdeteksi npm dengan jalankan perintah
npm --version.
2. Jika proyek Laravel baru:
- Posisikan path terminal berada di dalam folder www (Laragon) atau Herd.
- Jalankan perintah
composer create-project laravel/laravel nama-proyekuntuk membuat proyek Laravel baru. - Masuk ke dalam folder proyek dengan perintah
cd nama-proyek - Jalankan perintah
composer installuntuk menginstall dependency proyek Laravel. - Salin file .env.example menjadi .env dengan perintah
cp .env.example .env(macOS) ataucopy .env.example .env(Windows). - Sesuaikan konfigurasi database pada file .env sesuai dengan pengaturan local environment.
- Jalankan perintah
php artisan key:generateuntuk generate application key. - Jalankan perintah
php artisan migrateuntuk menjalankan migrasi database. - Jalankan perintah
npm installuntuk menginstall dependency npm. - Jalankan perintah
npm run devuntuk menjalankan Vite development server pada Terminal 1. - Jalankan perintah
php artisan serveuntuk menjalankan Laravel development server pada Terminal 2. - Buka browser dan akses
http://localhost:8000untuk melihat hasilnya.
3. Jika proyek Laravel yang sudah ada:
- Posisikan path terminal berada di dalam folder www (Laragon) atau Herd.
- Jalankan perintah
git clone *url repositoryuntuk clone proyek Laravel yang sudah ada. - Masuk ke dalam folder proyek dengan perintah
cd nama-proyek - Jalankan perintah
composer installuntuk menginstall dependency proyek Laravel. - Salin file .env.example menjadi .env dengan perintah
cp .env.example .env(macOS) ataucopy .env.example .env(Windows). - Sesuaikan konfigurasi database pada file .env sesuai dengan pengaturan local environment.
- Jalankan perintah
php artisan key:generateuntuk generate application key. - Jalankan perintah
php artisan migrateuntuk menjalankan migrasi database. - Jalankan perintah
npm installuntuk menginstall dependency npm. - Jalankan perintah
npm run devuntuk menjalankan Vite development server pada Terminal 1. - Jalankan perintah
php artisan serveuntuk menjalankan Laravel development server pada Terminal 2. - Buka browser dan akses
http://localhost:8000untuk melihat hasilnya.
Studi Kasus
Bagaimana membangun aplikasi sederhana menggunakan PHP Native dengan koneksi database MySQL?
Panduan Kasus
Struktur folder yang digunakan:
project-root/
│
├── assets/
│ ├── css/
│ ├── js/
│ └── images/
│
├── config/
│ └── functions.php
│
├── views/
│ └── fitur/
│ ├── formulir/
│ │ ├── create.php
│ │ └── edit.php
│ └── index.php
│
└── index.php
- assets/ → menyimpan Bootstrap, CSS custom, JavaScript, dan gambar.
- config/functions.php → berisi koneksi database dan seluruh logika backend.
- views/ → berisi tampilan (HTML + Bootstrap).
- index.php → entry point aplikasi.
Seluruh backend dan koneksi database disatukan dalam satu class Functions
menggunakan PDO agar aman dari SQL Injection.
- Method
add_data()→ menyimpan data ke database - Method
show_data()→ menampilkan semua data - Method
get_by_id_data()→ mengambil data berdasarkan ID - Method
update_data()→ mengubah data - Method
delete_data()→ menghapus data - Method
count_*→ menghitung jumlah data per pengelompokkan
File functions.php cukup di-require satu kali,
lalu object-nya bisa digunakan di seluruh halaman.
class Functions {
protected PDO $db;
public function __construct() {
$host = "localhost";
$dbname = "nama_database";
$username = "root";
$password = "";
$this->db = new PDO(
"mysql:host=$host;dbname=$dbname;charset=utf8mb4",
$username,
$password,
[
PDO::ATTR_ERRMODE => PDO::ERRMODE_EXCEPTION
]
);
}
public function show_data()
{
$query = $this->db->prepare("SELECT * FROM nama_tabel");
$query->execute();
$data = $query->fetchAll();
return $data;
}
}
Alur Backend (CRUD)
- Form di
create.phpmengirim data menggunakanPOST - Data diproses oleh method
add_data() - Data tersimpan di database MySQL
- Halaman
index.phpmenampilkan data menggunakanshow_data() - Edit & hapus dilakukan melalui
edit.phpdan method terkait
Dengan pendekatan ini, PHP Native tetap rapi, terstruktur, dan mudah dikembangkan.